Hubungan Sosial Ekonomi dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil

  • Gusti Ayu Putu Aristasari Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Denpasar
  • Asep Arifin Senjaya Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Denpasar
  • Ni Nyoman Suindri Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Denpasar
Keywords: Anemia in pregnant women, Iron tablets, Socio economic

Abstract

Anemia in pregnant women remains a health problem with serious impacts on maternal morbidity and mortality. Socioeconomic factors such as education level, family income, and access to health services and compliance with iron supplement tablet consumption are thought to be related to the incidence of anemia which is the main intervention in preventing anemia. This study aims to analyze the relationship between socioeconomic factors and compliance with iron supplement tablet consumption with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of Puskesmas 1 Melaya. This type of research is a correlation analytic study, using a cross-sectional approach. The research sample of 38 people was taken by purposive sampling. The research instrument used a questionnaire and interview. The results of the study income> 3.5 million and 1.5-2.5 million, each as many as 12 people (31.6%; 73,7% of pregnant women every day consumed iron supplements daily; 21% of mothers experience anemia. Spearman's Rank test between income and the incidence of anemia obtained a p value: 0.021 and compliance with iron supplement tablet consumption with the incidence of anemia obtained a p value: 0.000. Conclusion: there is a relationship between socio-economic and compliance with iron supplement tablet consumption with the incidence of anemia in pregnant women at Puskesmas 1 Melaya in 2025. Suggestions are expected for UPTD health workers. Puskesmas I Melaya provides education on the importance of consuming iron tablets for pregnant women.

 

References

Agustina, R. (2024). Sosiologi dan Antropologi Gizi. Cilacap: Media Pustaka Indo.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Pendapatan Keluarga. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Jembrana Tahun 2023. Jembrana: Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana.

Erina Lestiarini, dkk. (2025). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 45–53.

Erycca, P., Suratiah, & Surinati, D. A. K. (2022). Gambaran Upaya Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Gema Keperawatan, 15(2), 275–288.

Lasaha, W. A., Mutmainna, A., & Kasim, J. (2022). Literature Review: Hubungan Anemia dengan Kejadian Perdarahan pada Ibu Postpartum. Jurnal Ilmiah Mahasiswa dan Penelitian Keperawatan, 2(1), 132–140.

Miarti, dkk. (2020). Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 85–92.

Nugroho, A., Sari, D., & Rahmawati, N. (2020). Hubungan Anemia dalam Kehamilan terhadap Terjadinya Perdarahan Postpartum. Jurnal Kesehatan, 2(2), 123–130.

Nugroho, A., dkk. (2022). Hubungan Status Sosial Ekonomi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(1), 45–52.

Putri, D., & Sari, N. (2021). Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Kebidanan Nasional, 9(2), 101–108.

Putri, R., & Wulandari, S. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(1), 55–62.

Sari, D., & Wulandari, R. (2021). Hubungan Status Pekerjaan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 87–95.

Sari, D., dkk. (2022). Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Risiko Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 6(1), 34–42.

WHO. (2022). Prevalence of Anaemia in Women of Reproductive Age (Aged 15–49 Years). Geneva: World Health Organization.

WHO. (2023). Anaemia. Geneva: World Health Organization.

Wulandari, S., dkk. (2020). Pengaruh Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 14(1), 22–29.

Yuli Bahriah. (2021). Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 78–84.

Published
2026-06-30
How to Cite
Aristasari, G. A. P., Senjaya, A. A., & Suindri, N. N. (2026). Hubungan Sosial Ekonomi dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil . ProHealth Journal, 23(1), 80-87. https://doi.org/10.59802/phj.2026231216
Section
Articles