Pengembangan Perangkat Pembelajaran Hibrida (Hybrid Learning) pada Matakuliah Biokimia Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan STIKes Hamzar

  • Baiq Fina Farlina
Keywords: perangkat pembelajaran, Hybrid Learning, biokimia

Abstract

Biokimia merupakan salah satu mata kuliah yang yang dianggap sulit oleh mahasiswa. Hal ini disebabkan banyaknya materi yang bersifat abstrak. Salah satu materi yang dianggap sulit dalam materi biokimia yang sering menimbulkan miskonsepsi adalah metabolisme sel. Misalnya banyak mahasiswa tidak mengerti bagaimana CO2 dapat membentuk glukosa dan apakah metabolisme tetap terjadi pada malam hari. Banyak alternatif yang mungkin dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, salah satunya adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran yang layak dan tepat sasaran misalnya menggabungkan pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka yang dikenal dengan model hybrid learning atau blended learning.Tujuan penelitian pengembangan ini adalah; (1) mendapatkan perangkat pembelajaran hibrida (hybrid learning) materi fotosintesis pada mata kuliah biokimia; (2) mengetahui tingkat kelayakan perangkat pengembangan pembelajaran hibrida (hybrid learning) materi fotosintesis pada mata kuliah biokimia; dan (3) mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran hibrida (hybrid learning) materi fotosintesis pada mata kuliah biokimia hasil pengembangan.

Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengadopsi model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dan Semmel yang terdiri atas 4 tahap. Tahap pertama terdiri dari tiga kegiatan utama,  yaitu: (1) analisis kompetensi dasar untuk materi biokimia, (2) analisis kebutuhan mahasiswa, dan (3) penyusunan indikator hasil belajar. Langkah kedua adalah desain perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Langkah ketiga adalah pengembangan perangkat pembelajaran. Langkah keempat adalah penyebaran perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Sebelum langkah keempat, perangkat pembelajaran yang dikembangkan divalidasi ini digunakan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan berdasarkan isi, bahasa dan penyajiannya. Keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan didasarkan pada perbandingan hasil belajar mahasiswa yang menggunakan hybrid learning dan mahasiswa yang tidak menggunakan hybrid learning. Data pengembangan yang dikumpulkan terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif terdiri dari masukan dan saran oleh dosen S1 Ilmu Keperawatan dan mahasiswa program S1 Ilmu Keperawatan. Data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penilaian bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan penilaian standar materi pembelajaran yang dirumuskan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Data kuantitatif terdiri dari jawaban angket tentang persepsi mahasiswa tentang penerapan hybrid learning dan hasil belajar mahasiswa. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket dan tes hasil belajar mahasiswa.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa; (1) perangkat pembelajaran hibrida yang telah dikembangkan pada materi fotosintesis terdiri dari bahan ajar cetak,  bahan ajar online, Satuan Acara Perkuliahan, dan evaluasi. (2) perangkat pembelajaran hibrida yang telah dikembangkan termasuk dalam kategori layak. Kelayakan tersebut ditinjau dari kelayakan isi, bahasa dan penyajian. (3) perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan efektif ditinjau dari ketuntasan belajar mahasiswa karena 81,5% mahasiswa telah memenuhi ketuntasan belajar yang ditentukan.

Published
2020-10-27